Huta Ginjang, Selasa 12 Juni 2018 tepatnya di Dusun Huta
Ginjang, Desa Manalu, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, kehadiran
PPS Desa Manalu, Daniel O. Lbn Tobing adalah atas kesadaran membangun pertanian
dan pengembangan Kelompok Tani di Tengah Masyarakat Desa Manalu. Dalam
sosialisasi yang ia sampaikan tak lain bertujuan untuk mengembangkan pertanian
dan agar
masyarakat menjadi peserta dalam bantuan pemerintah melalui Dinas
Pertanian. Ia PPS tersebut, telah mengorbankan waktu untuk memastikan pertemuan
di Dusun Huta Ginjang, terealisasi secepatnya. Dan sudah lama rencana PPS
tersebut di informasikan kepada Kepala Dusun Huta Ginjang agar sosialisasi
tersebut segera di informasikan kepada masyarakat. Namun Kepala Dusun terlalu
sibuk dengan urusan lain sehingga waktu luang untuk memberi pengumuman kepada
masyarakat tidak ada. Dengan desakan PPS tersebut, ia berhasil menerima
informasi dari Kepala Dusun bahwa pertemuan dengan masyarkat dapat di adakan tanggal
12 Juni 2018 Malam di Dusun Huta Ginjang.dalam sosialisasi tersebut, turut hadir PPS Panggugunan, PPS Pulogodang dan PPS Sipagabu dan juga PPL WKPP, K. Manalu dan Masyarakat Dusun Huta Ginjang.
Dalam kata sambutan pemerintah Desa yang diwakili Kepala Dusun II Huta Ginjang J Sihombing dan Perangkat desa KAUR A. Sianturi. Agar seluruh masyarakat
serentak sepakat menjadi peserta anggota Kelompok Tani.
“Mari kita sama-sama gotong royong membangun Pertanian dan
Desa Kita, sebenarnya pemerintah sudah sangat memperhatikan kita masyarakat di
Desa melalui program pemerintah kita saat ini. Tetapi oleh karena keseringan
kita pada sebelumnya tidak pernah menggantungkan diri dengan pihak lain dalam
bertani, sehingga cara-cara kita bertani selalu monoton seperti yang dulu-dulu”
terang A.Sianturi yang mewakili pemerintah Desa ia juga Ketua Kelompok Tani di Dusun
tersebut. Ia berharap, kedepanya, petani di Desa Manalu terlebih di Dusun Huta
Ginjang, menyadari kebutuhan pertanian belakangan ini.
Yang pada sebelumnya petani di Dusun Huta Ginjang, masih menggunakan sistem
pengelolaan lahan secara manual atau menggunakan Cangkul. Padahal pemerintah
sekarang sudah memperhatikan petani dengan mengucurkan dana besar-besaran untuk
kemudahan pengolahan lahan pertanian, termasuk pemberian alsintan seperti
traktor dan lain-lain.
“Maka kedepan kita harapankan sistem pertanian kita tidak
lagi seperti sebelumnya yang menguras tenaga kita, yaitu melalui program dan
perhatian pemerintah kita sekarang ini”
Bisa pun terwujud hal seperti yang diungkapkan perangkat
desa tersebut, maka masyarakat harus sepakat bergerak membentuk wadah kelompok
tani dengan anggaran dasar yang jelas. Maka bentuk perwujudan program
pemerintah kementrian pertanian pun akan terlihat dari kesejahteraan
masyarakat.
“Sebelum dibentuknya kelompok tani, ada baiknya masyarakat
mempersiapkan diri untuk menyadari bahwa dirinya mampu bergotong royong dengan
tim anggota kelompok tani. Bahwa tanpa kesadaran tersebut, kelompok tani dan
juga masyarakat akan sulit mengembangkan kelompoknya” tukas A.S

Tidak ada komentar:
Posting Komentar