Sosialisasi Percepatan Pertanian (IP2) dan Jagung di Aula
Kantor Camat, Kecamatan Pakkat
Pakkat DM, Rabu, 06 Juni 2018;
Dalam rangka sosialisasi
Percepatan Pertanian (IP2) dan jagung, yang berlangsung di Aula Kantor Camat,
Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada hari Selasa 05 Juni 2018, untuk
mematenkan kualitas dan varietas lokal yang digunakan oleh petani di Humbang
Hasundutan. Sehingga mampu mengendalikan kemerosotan ekonomi masyarakat petani khususnya
di Humbahas. Pada kesempatan tersebut, turut hadir
narasumber dari kementerian pertanian Putu Suryadana yang bertugas di dektorat Jendral
Tanaman Pangan; yang menangani bibit jagung. Dalam pemaparan sosialisasi
tersebut, ia berharap kedepan para petani mampu menerima dan melaksanakan
program pemerintah yang pada saat ini sedang diperhatikan oleh pemerintah
Daerah maupun Pusat.
Pemerintah saat ini; kementrian
pertanian tanaman pangan memiliki program, yang mencoba mensosialisasikan
bantuan berupa benih padi. Karena bupati
Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, mengharapkan di bulan Juni ini tidak ada
lagi lahan yang tidak terpakai. Kalaupun hal itu sangat mungkin tidak terjadi,
namun pemerintah Daerah Humbang Hasundutan mencoba menghadirkan narasumber dari
Kementrian Pertanian, untuk meminimalisir lahan-lahan kosong yang tidak
dipergunakan oleh masyarakat.
Melihat dari tradisi petani di
Kecamatan khususnya kecamatan Pakkat, banyak yang lebih memilih varietas lokal.
Sehingga beliau memaparkan bahwa varietas lokal itu pun perlu dikembangkan. “Disini masih sangat jarang petani menggunakan
bibit unggul, maka kita coba varietas lokal disini, bisa nanti kita bantu untuk
sertivikasi, karena janji dari Direktur pertanian di Jakarta, beliau berjanji
akan membantu mempercepat sertivikasi varietas lokal” terang narasumber dari
kementrian pertanian tersebut.
Beliau juga mengharapkan bantuan
dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan juga PPS (Penyuluh Pertanian
Suadaya) agar membantu menginventarisir lahan-lahan yang ada, minimal ada CP/CL
(Calon Petani/Calon Lokasi). Untuk bantuan pusat bisa berupa padi Gogo, Padi
Sawah, atapun jagung yang akan di tanam di bulan Juni ini.
“Jedi semuanya serba cepat, jedi
mohon dibantu sama PPL dan PPS, yang bisa di ajak diskusi dan ngobrol oleh para
Petani” ujarnya.
Dan beliau juga mengharapkan pengolahan
lahan pertanian padi itu dilakukan dengan cara
simultan agar tercapai rencana mulia pemerintah dan bisa berjalan dengan
baik. Beliau juga mengharapkan perjuangan pak Bupati jangan disiasiakan,
“Beliau (pak Bupati) sudah berjuang di pusat untuk mendapat bantuan, yang akan
diserahkan kepada petani di Humbang Hasundutan” menurut penjelasan beliau juga,
yang melakukan percepatan pertanian ini, masih di Sumut yang pertama di
Humbahas. Maka ia mengharapkan jiwa derma pak bupati agar tidak disia-siakan
oleh masyarakat. Sekilas memandang ke areal Kec. Pakkat, Pakkat itu begitu
indah apalagi kalau lahan-lahan kosong itu ditata rapi dengan menanam berbagai
sumber ekonomi, seperti Padi, Jagung dan lain sebagainya. Dengan demikian, perwujudan
semboyan bahwa petani itu adalah Pahlawan Jaman Now. Karena yang memberi makan
adalah para petani yang luar biasa.
Sesuai dengan tradisi petani di
kecamatan pakkat, ada dua jenis musim pertanian. Dibagian barat kecamatan pakkat memulai musim
di bulan Juli sampai dengan Agustus. Sedang dibagian Timur Kecamatan Pakkat
memulai Musim Agustus dan September, namun tetap 2 kali Panen dalam satu tahun.
Dan sebagian besar dari kalangan petani di Kecamatan Pakkat itu, sangat enggan
mengganti varietas unggul. Para petani lebih memilih benih varietas lokal, para petani
takut gagal dalam bertani.
“Masyarakat di Pakkat itu, tidak
mau memakai bibit unggul, petani lebih suka menanam atau menggunakan bibit
Lokal disini pak” terang T. Sihotang selaku perwakilan dari Camat pakkat kepada
narasumber. Ia menjelaskan, bahwa selama ini, masyarakat takut nantinya mereka
gagal panen. Sehingga masyarakat masih monoton menggunakan bibit lokal.
“Jedi kalau bisa saran kami pak,
agar dinas pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, dibikinlah Demplot
(Demonstrasi Plot) dengan menggunakan varietas bibit unggul tadi. Dan kalau
boleh dibikinlah disetiap Desa di Kecamatan Pakkat ini. Kalau dilihat
masyarakat itu nanti bagus, masyarakat itu pun mau pak dan pasti mereka mau
menggunakanya” saran pak Sihotang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar